Gerakan Penghijauan dan Konservasi di Bantaran Sungai Pabelan, Muntilan, Upaya Mitigasi Bencana dan Sodaqoh Oksigen
Muntilan, Kabupaten Magelang Mei 2025 –
Sebanyak 300 peserta yang
terdiri dari unsur pemerintah, relawan, pelajar, dan masyarakat turut serta
dalam aksi penanaman pohon di bantaran Sungai Pabelan, Kecamatan Muntilan,
Kabupaten Magelang, Sabtu (31/5/2025). Kegiatan ini digelar sebagai upaya
pemulihan ekosistem dan mitigasi bencana di wilayah yang pernah terdampak
banjir lahar hujan Gunung Merapi pada 2010 silam.
Acara yang diinisiasi oleh Forum Pengurangan Risiko
Bencana (FPRB) Kecamatan Muntilan ini melibatkan Pemerintah Daerah
Kabupaten Magelang, diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kabupaten Magelang, Syarifudin, S.H., serta Anggota DPRD Provinsi Jawa
Tengah, Endrianingsih Yunita, S.P., dan Anggota DPRD Kabupaten Magelang,
Indra Kurniawan. Turut hadir Forkopimcam Muntilan, Kepala Desa
se-Kecamatan Muntilan, komunitas relawan PB, dan pelajar dari berbagai sekolah
di Muntilan.
Pemulihan Lahan Kritis Pasca-Bencana
Lahan yang ditanami merupakan bantaran Sungai Pabelan yang
pernah terlanda banjir lahar dingin 15 tahun lalu. Pemilihan lokasi ini
bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis sungai sekaligus memperkuat
ketahanan lingkungan terhadap potensi bencana di masa depan.
Kepala DLH Kabupaten Magelang, Syarifudin, S.H., dalam
sambutannya menekankan pentingnya pohon bagi kehidupan. "Aksi hari
ini adalah sodaqoh oksigen untuk makhluk hidup. Setiap pohon yang kita tanam
akan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi
mendatang," ujarnya.
Sinergi Mitigasi Bencana dan Konservasi
Endrianingsih Yunita, S.P., Anggota DPRD Provinsi Jawa
Tengah, menyoroti pentingnya mitigasi bencana berbasis ekologi. "Gerakan
seperti ini harus terus ditingkatkan, tidak hanya menanam pohon, tetapi juga
menjaga kebersihan sungai dan mengurangi sampah plastik. Ini adalah investasi
untuk mengurangi risiko bencana sekaligus melestarikan keanekaragaman
hayati," tegasnya.
Sementara itu, Indra Kurniawan dari DPRD Kabupaten
Magelang mengapresiasi kolaborasi multipihak dalam kegiatan ini. "Ini
bukti bahwa gotong royong masih kuat di masyarakat Muntilan. Semoga pohon-pohon
ini tumbuh subur dan menjadi benteng alami bagi lingkungan," katanya.
Penanaman Pohon Acasia Laut F1 dari UGM
Jenis pohon yang ditanam adalah Acasia Laut F1, hasil
penelitian Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Pohon ini
dipilih karena memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi lahan kritis dan
mampu memperbaiki struktur tanah.
Ketua FPRB Kecamatan Muntilan Sealdi Priambodo menjelaskan bahwa kegiatan
ini merupakan bagian dari program berkelanjutan. "Kami tidak hanya
menanam, tetapi akan memantau pertumbuhannya. Ke depan, akan ada aksi serupa di
titik-titik rawan bencana lainnya," ujarnya.
Dukungan Pelajar dan Relawan
Antusiasme peserta terlihat dari semangat pelajar dan relawan
yang turun langsung menanam pohon. "Senang bisa ikut menjaga alam.
Kami belajar bahwa mencegah bencana bisa dimulai dari hal kecil seperti menanam
pohon," kata salah satu pelajar dari SMA Vanlith di Muntilan.
Kegiatan ini diakhiri dengan bersih-bersih lingkungan bersama LPBD Adikarto sebagai
bentuk komitmen menjaga kebersihan. Harapannya, gerakan ini dapat
menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk melakukan aksi serupa demi
kelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana.
#HijaukanMuntilan #MitigasiBencana #SungaiPabelanLestari
(tege akatsuki-2025)

Komentar
Posting Komentar